Tampilkan postingan dengan label Mantra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mantra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2013

ILMU PENGLARISAN USAHA



Puasa Mutih 7 hari
Tapa pati geni 2 malam
Rapalan Ilmu Penglarisan (dibaca sebanyak 3x sambil menahan nafas), saat membuka dan mengawali tempat usaha. Bila sudah ada tempat usaha atau usaha sudah berjalan, maka amalan ini juga bisa dilakukan dengan niat melakukan usaha baru yang lebih barokah atas ijin Tuhan Yang Maha Esa.
Rapalnya sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohiim,
Dzat Sir Jasmani, Sami Jasmani
Ingsun Rohilapi, Tut Kathut Kumalikut Dening Aku Kabeh
Wong Sabuwono Kabeh
Lanang lan Wadhon, Gedhe lan Cilik
Soko Kersaning Allah

Amat bagus bila ditambah dengan wirid yang namanya wirid Antarobbi sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim, Allohuma antarobbi, Lailahaila antaqolagtani – Wa anna abduha, wa anna ahlika, Wa wadika mastathohna – Audzubika min syariima shonatu, Abi ’ulaika, Binikmatika Wayya Abduhu bighombi, Waisfirli Fainnahu, Layaghfirudzunuba illa anta.

Wirid ini dibaca sekali usai menunaikan sholat lima waktu.

Kamis, 29 November 2012

Ilmu Menghilang Dengan Surat Yasin


Assalamualaikum..wrwbkt Salam hormat, seblumnya kami mohon maaf, kami ingin berbagi sedikit pengetahuan/pengijazahan tentang aji halimun surah yassin atau disebut jg sebagai ilmu menghilang.

Adapun bacaan nya sbb “WAJA’ALNAA MIN BAYNI AYDIIHIM SADDAN WAMIN KHALFIHIM SADDAN FA-AGHSYAYNAAHUM FAHUM LAA YUBSHIRUUNA” (SURAH YASSIN AYAT 9),

Laku :

1. Niat dg ikhlas
2. Shalat hajat

Tawasul kepada :

- Nabi Muhammad SAW
- Malaikat 4
- Sahabat nabi 4
- Nabi Khidir as
- Sech muhiddin Abdul qadir aljailani
- Mbah kuwu sangkan/pangeran cakrabuana
- Kanjeng Sunan gunung jati
- Kanjeng Sunan kalijaga
- Kanjeng Sunan Muria
- Orang tua
- Diri sendiri

3. Dawamkan ayat diatas sbnyak 41 x slama 41 hari (Tanpa putus)

Manfaat/kegunaan insya allah untuk Keselamatan bagi sipengamal dari gangguan maupun kejahatan fisik dan non fisik yg bersifat deffensif (akan muncul dlm keadaan yg terdesak dan insya allah sudah beberapa kali terbukti)

demikian sedikit pengetahuan yg kami miliki mohon maaf kpd poro sdulur smua atas kekurang/ketidaktahuan kami, semoga bermanfaat dunia akhirat. amin

Kamis, 04 Oktober 2012

ASMA ALLAH LAHULJALALAH


untuk pembaca blog yg kt sintai sy ijazahkan asma allah lahuljalalah yg insyaallah fungsinya sm sprti ilmu rajeh lain,wallahu alam

INNA QUATIH ALA QUATAH FI ALIF LAM JALALAH

1.tawasul : bc alfatihah kpd bginda rasulillah saw,malaikat muqorobin,jamiatul khulafaturasidin,nabi khidir as,syech abdul qodir jailani,sunan gnung jati,man azajani,aba wa umi

@di bc 1000x diluar rumah sambil terlentang mmandang langit

jam23.00 ke atas

ilmu ini power nya sftnya sangat besar dan menyebar,jk dsekitar rmh kt ada yg mempunyai ilmu2 kjadugan apapun jenisnya termaasuk asr jk dniatkan untuk menyedot powernya mk akan netral/tawar.kunci k ilmuan dr asma ini akan anda dptka scra hawatifapabila istiqomah mengamalkannya,jd setiap orang akan mendapatkan sensasi yg berbeda dlm mndptkan knci k ilmuan dr asma ini.smg bermanfaat

AMALAN UNTUK ANAK REWEL


Anak rewel, menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas, penyebabnya dimungkinkan adalah karena diganggu makhluk halus. Bila orang tua mencurigai hal ini maka yang perlu dilakukan adalah membaca mantra di bawah ini:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM,
ENDANG KUNING RATUNING SAWAN, MORO DIPO PATIHING SAWAN, DATA, DATI, DATAN, OJO SIRA NEMPEL ANAK-ANAK PUTU ADAM. SIRO BALIYO MENYANG NEGARAMU GUNUNG SERANDIL. YEN SIRO ORA GELEM BALIK TAK GEBLAK DADI GLEPUNG, MUSNO ILANG DADI ANGIN, HIYO AKU WERUH SAKABEHE LELEMBUT, IKI KABEH SAKING PITULUNGANE ALLAH (1x)

Tiupkan mantra yang sudah dibaca ini pada telapak tangan dan usapkan pada wajah anak serta tiupkan pada telinganya. Insya Allah anak itu tidak akan rewel lagi.

Rabu, 11 April 2012

LAKU DAN MANTRA


Mantra dan laku. Laku dan mantra. Dibolak balik tetap sama. Dua unsur pokok itu wajib ada agar sebuah amalan bisa ‘manjing’. Apa sesungguhnya mantra itu? Berikut kutipan paparan dari Christiana Dwi Wardhana dalam Seminar Nasional Naskah Kuno Nusantara, Jakarta 2-3 September 2003.

Mantra adalah perkataan atau ucapan yang mampu untuk mendatangkan daya gaib, menyembuhkan, mendatangkan celaka dan sebagainya. Susunan kata berunsur puisi yang dianggap mengandung kekuatan gaib ini biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Mantra juga dapat disamakan dengan doa.

Dalam tradisi Jawa, mantra disebut pula dengan japa, japa mantra, kemad, peled, aji-aji, rajah, donga, sidikara yang semuanya dianggap mempunya daya kekuatan gaib. Mantra jika dibaca dengan bersuara disebut di-mel-kan dan kalau hanya dibaca dalam hati disebut matek mantra atau matek aji.

Wujud mantra ada beberapa macam di antaranya: (1) Mantra dalam wujud kata-kata/puisi lisan yang dibaca dalam batin disebut japa mantra, aji-aji dan rapal. (2). Mantra dalam wujud tulisan misalnya tertulis pada kain, kertas, kulit disebut rajah. (3). Mantra yang ditanam pada benda disebut jimat, aji-aji.

Berdasakan atas fungsinya dan kandungan kekuatan magis mistisnya, mantra dapat digolongan menjadi 4 jenis:

(1) MANTRA JAYA KAWIJAYAN: untuk kekuatan dan kemenangan. MISALNYA SEMAR KUNING:Aku umbulna menyang Suralaya, Jalukna Klambiku si Klonthong Wesi, Sabet nggeng, Lot kelot-kelot, Teguh alot, Ya iki klambiku si Klonthong Wesi. Mantra ini digunakan untuk kekebalan dari tusukan senjata tajam dan pukulan.

(2). MANTRA PANULAKAN, untuk menolak dan kandungan kekuatannya mampu untuk mengembalikan atau merintangi kekuatan lain yang berasal dari lawan baik yang berasal dari manusia maupun kekuatan lain. GUMBALA GENI: Kuci-kuci omahku Gumbala Geni, Lurungku si Alas Agung, Ngarepku segara gunung, Latarku latar bengawan, Joganku jogan segara, Sapa sumedya tumerah ala marang aku, Kena katujawa bingleng, Teka bingleng teka bungleng saking kersane Allah. Mantra ini menolak perbuatan jabat dan membuat bingung pihak lain.

(3) MANTRA PENGASIHAN, untuk menimbulkan cinta dan mempunyai kandungan kekuatan yang mampu mengubah atau menimbulkan rasa cinta kasih seseorang. Contoh MANTRA JARAN GOYANG: Bismillahirrohmanir rohim, Niyat ingsung matek ajiku si Jaran Goyang, Sabete sada lanang, Tak sabetake gunung jugruk, Tak sabetake segara asat, Tak sabetake lemah bongkah, Sira mulya ingsun kongkon, Golekana jabang bayine … (nama dimaksud), Caketna marang jabang bayine …. (nama diri) Yen bocah turu gugahen, Yen wis nglilir lungguhna, Yen wis ngadeg lakokna, Caketna marang jabang bayine … (nama diri), Ora suwe tak enteni, Neng ngarep lawang Medinah, Aku durung pati-pati lunga, Yen durung caket jabang bayine …. (nama dimaksud), Wassalammu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

Contoh lain: MANTRA MELAYU PENAMBAT KASIH Ini mantra yang dipraktekkan oleh pria Melayu untuk menambatkan wanita sang pujaan hati agar tidak serong karena terpuaskan dalam hubungan intim. Sebelum berhubungan intim, tubuh harus mandi dan memakai parfum yang harum. Mantra ini diucapkan satu kali oleh sang suami menjelang bersetubuh. Bismillahir Rahmanir Rahim, Cang cang setandang besi, Anak harimau setandang malam, Keras kalam menjadi besi, Keras siang hingga ke malam, Keras seperti besi khursaini, Panah batu, batu runtuh, Panah gunung, gunung runtuh, Panah selera dengan aku, Oh nyaman, oh berkat aku pakai, Dengan berkat La ilaha illa llah

4. MANTRA PALEREMAN. Fungsinya untuk meredakan kemarahan orang lain yang marah kepada kita. Kandungan kekuatannya mampu menetralisir emosi negatif agar tenang dan netral. Diucapkan saat ada orang lain marah. Misalnya MANTRA PANGLARUTAN: Sukma rasa sira sun kongkon laruten banyune Si ……. (sebut nama dimaksud), Cucupen banyune lan ilangana karepe, Lemes lemes saking kersane Allah.

Di dalam mantra yang lengkap tercakup unsur judul, unsur pembuka, unsur niat, unsur sugesti, unsur tujuan dan unsur penutup. Unsur sugesti merupakan unsur yang PALING PENTING DAN PALING POKOK dalam struktur mantra. Unsur sugesti memiliki daya atau kekuatan untuk membangkitkan potensi kekuatan magis atau kekuatan gaib. Mengingat mantra memiliki spesifikasi, maka unsur sugesti pada mantra berbeda-beda meskipun fungsinya bisa sama. Misalnya, sama-sama berfungsi untuk pengasihan, namun tiap mantra unsur sugestinya beda. Unsur sugesti berupa ungkapan metafora atau analogi yang bersfta INDIVDUAL UTTERANCE.
Misalnya pada Aji bandung Bandawasa: “Matek ajiku bandung Bandawasa, Ototku kawat, Balungku wesi, Kulitku tembaga, Sabet nggeng, Lot kelot kelot, Teguh alot”

Meskipun UNSUR SUGESTI ini sangat penting namun sama sekali tidak berlaku jika tidak diikuti dengan unsur LAKU. Jadi aspek magis mistis sebuah amalan berpusat pada unsur SUGESTI dan LAKU MISTIK pengamalnya. Jika diperhatikan, unsur sugesti yang dianggap memiliki daya magis dapat dipilah menjadi beberapa macam:

(1). Ungkapan magis yang mendasarkan pada kekuatan alam, binatang, bunga. (2). Ungkapan magis yang mendasarkan pada kekuatan mitos tokoh baik dari dunia perwayangan maupun tokoh mitologi (3) Ungkapan magis yang mendasarkan pada kekuatan Allah, Malaikat, nabi, Dewa, Raja, resi atau Pertapa.

Seberapa jauh Laku Mistik dapat menjamin keberhasilan amalan? Keberhasilannya sifatnya tergantung penghayatan subyektif. Laku mistik berhubungan dengan kepercayaan dan keyakinan seseorang. Semakin sungguh-sungguh dan yakin seyakin-yakinnya saat menjalani laku amalan maka amalan ajian akan bisa berhasil.

Tradisi Jawa mengenal laku mistik yaitu:
(1). PUASA.
PUASA BIASA seperti saat puasa Ramadhan. Ada yang hanya makan sekali saat tengah malam.PUASA MUTIH: hanya makan makan nasi putih, minum air putih. Mutih ada beberapa cara:NGEPEL yaitu banyaknya makan diukur dengan jumlah hari lama berpuasa, Sekali makan tidak tambah, makan hanya diwaktu siang atau malam.
PUASA NGROWOT: makan berasal dari makanan yang berasal dari tanah dan harus tawar. Pelaksanaannya seperti puasa biasa atau puasa mutih.
PUASA NGALONG: yang dimakan hanya makanan jenis buah-buahan dan harus tawar, pelaksanaan seperti biasa.
(2). NGEBLENG: tidak makan-minum, waktu biasanya sehari semalam. Tidak boleh keluar rumah.
(3). NLOWONG: tidak makan minum, waktu sehari semalam, tidak terbatas ruangan.
(4). PATI GENI: tidak menghidupkan api dan berada di dalam ruangan tertutup.
(5). KUNGKUM: berendam di air sungai, menantang arus air dan dipertemuan arus sungai.
(6). MELEK: tidak tidur siang malam, baik di dalam maupun di luar rumah.
(7). MENDEM: mengubur diri di dalam tanah dengan udara secukupnya dengan sikap seperti orang mati
(8). NGEDAN: bertingkah seperti orang gila di tempat umum
(9). BISU: tidak bicara
(10). BERJALAN: tidak boleh duduk. Boleh istirahat, tidur, makan, minum sambil berdiri. Tidak boleh masuk rumah/ruang.
(11). SESIRIK: menjauhi segala kesenangan.
Dan lain-lain.


Label